URBANCITY.CO.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mulai memacu pergerakan wisatawan nusantara menjelang libur Idul Fitri 1447 H.
Melalui kolaborasi dengan 40 pelaku industri, pemerintah telah mengkurasi paket wisata khusus yang menyasar pengguna transportasi udara guna mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menyatakan bahwa lonjakan mobilitas saat Lebaran merupakan momentum emas bagi pelaku UMKM di ekosistem pariwisata.
Kemenpar optimistis pergerakan besar-besaran ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan secara merata.
Baca Juga: Kontribusi PDB Pariwisata 4,67 Persen, Kemenpar dan BPS Percepat Pemutakhiran Data
“Kami percaya dengan adanya pergerakan ini akan terjadi dampak ekonomi atau perputaran ekonomi yang baik untuk masyarakat, terutama bagi pengusaha UMKM,” ujar Made dalam jumpa pers daring, Selasa, 17 Maret 2026.
Intervensi Harga Tiket Pesawat
Menanggapi isu mahalnya biaya transportasi udara, pemerintah tengah menggodok kebijakan strategis untuk menekan harga tiket.
Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, Odo Manuhutu, mengungkapkan target penurunan harga tiket pesawat berada di kisaran 17–18 persen.
Langkah ini ditempuh melalui perbaikan struktur biaya industri penerbangan, penyederhanaan regulasi impor suku cadang, hingga pemberian berbagai insentif di bandara. Beberapa stimulus yang disiapkan antara lain:
Baca Juga: Wonderful Indonesia Tayang di TV Belanda: Kemenpar Targetkan 17,6 Juta Wisman Lewat Serial Baru
- Diskon Avtur: Potongan hingga 10 persen di 37 bandara.
- Insentif Bandara: Diskon Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJPU) sebesar 20 persen.
- Jasa Pendaratan: Diskon PJP4U sebesar 40 hingga 50 persen.
- PNBP: Potongan Penerimaan Negara Bukan Pajak kebandarudaraan hingga 50 persen.
Pengawasan Agen Perjalanan Daring




