Manajemen menargetkan pengisian pos-pos operasional krusial: pengemudi truk logistik, operator alat berat, mekanik mesin, hingga staf administrasi.
Baca juga: Terapkan Bisnis Hijau, InJourney Hospitality Borong Penghargaan TOP CSR Awards 2026
Harita Nickel merancang program peningkatan kapasitas ini lewat kolaborasi ajek bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate.
Korporasi menyuntikkan anggaran khusus pada Program Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda (PELITA) yang sudah berjalan sejak tiga tahun lalu.
Program beasiswa vokasi ini melatih para pemuda lokal menguasai operasional overhead crane hingga kursus intensif bahasa Mandarin.
Tujuannya jelas, mengikis ketergantungan industri pada ekspatriat.
Manajemen memprioritaskan penyaluran program vokasi ini bagi pemuda yang bermukim di wilayah kepulauan terpencil, seperti Pulau Obi.
Keterampilan teknis ini menjadi modal berharga bagi anak-anak pulau untuk keluar dari jerat kemiskinan dan memenangkan persaingan karier di industri pertambangan modern.
Baca juga: Pemprov Maluku Utara Raih Penghargaan Kemendes PDT Berkat Kolaborasi Pembangunan Desa
Tumbuh Bersama Komunitas Lingkar Tambang
Latif Supriadi menegaskan bahwa kemajuan bisnis Harita Nickel wajib berjalan beriringan dengan kesejahteraan komunitas lokal di sekitar wilayah tambang.
Perusahaan menolak pertumbuhan sepihak yang meninggalkan warga lokal sebagai penonton di tanah kelahiran mereka sendiri.
“Keberhasilan sangat bergantung pada bagaimana kami bisa tumbuh bersama dengan komunitas di sekitar kami,” kata Latif menerangkan filosofi bisnisnya.




