URBANCITY.CO.ID – PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga untuk sejumlah jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 18 April 2026.
Meski harga Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex melonjak tajam, pemerintah memutuskan untuk mempertahankan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 guna menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi pasar global.
Berdasarkan data terbaru, kenaikan signifikan terjadi pada jenis BBM mesin bensin performa tinggi dan mesin diesel.
Harga Pertamax Turbo melesat menjadi Rp19.400 per liter, naik Rp6.300 dari harga sebelumnya di awal April sebesar Rp13.100 per liter.
Lonjakan lebih drastis terjadi pada sektor diesel. Dexlite yang semula dibanderol Rp14.200 kini menjadi Rp23.600 per liter, naik Rp9.400.
Baca Juga: Airlangga Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Desember 2026, Tiket Pesawat Dapat Subsidi PPN
Setali tiga uang, Pertamina Dex juga mengalami kenaikan serupa sebesar Rp9.400 menjadi Rp23.900 per liter dari harga sebelumnya Rp14.500.
Menjaga Ekonomi Kelas Menengah
Di balik lonjakan tersebut, Pertamax 92 tetap bertengger di harga Rp12.300 per liter dan Pertamax Green 95 di angka Rp12.900 per liter.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa stabilitas harga pada dua jenis BBM ini merupakan langkah strategis pemerintah.
“Harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap, agar kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” kata Baron dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 18 April 2026.
Menurut Baron, kedua jenis BBM tersebut memiliki basis pengguna yang luas di Indonesia, sehingga kenaikan harga pada sektor ini dikhawatirkan akan memicu guncangan ekonomi yang lebih luas.




