Tren Inflasi Pangan Jadi Perhatian Investor dan Konsumen
Kenaikan harga beras tidak hanya memengaruhi pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menjadi indikator penting bagi pelaku usaha, investor, dan pemerintah dalam membaca arah inflasi pangan. Stabilitas harga bahan pokok menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi konsumsi masyarakat dan aktivitas ekonomi nasional.
BPS juga mencatat kenaikan harga beras kini terjadi di 155 kabupaten/kota, meningkat dibandingkan 152 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya.
“Beras semakin mengalami peningkatan jumlah kabupaten/kota-nya. Di minggu yang lalu ada 152, sekarang 155 kabupaten/kota,” ujar Ateng.
Baca Juga: BPS: Deflasi Mei Karena Penurunan Harga Beras
Sejumlah Daerah Catat Lonjakan Harga Beras Tertinggi
Kota Langsa menjadi daerah dengan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras tertinggi, yakni 6,23 persen. Kenaikan sekitar 5 persen juga terjadi di Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Kaur.
Selain itu, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Maluku Barat Daya, hingga Kabupaten Serdang Bedagai mencatat kenaikan IPH beras pada kisaran 4–5 persen. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga pangan semakin meluas sehingga penguatan pasokan dan distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas harga dalam beberapa bulan ke depan.
Baca juga: BPS memprediksi produksi beras Indonesia mencapai 28,71 juta ton hingga September 2026. Proyeksi ini diharapkan dapat membantu memperkuat pasokan dan meredam tekanan harga apabila distribusi berjalan efektif.




