-
Memiliki Pipa Magma Mandiri: Kawasan harus mempunyai saluran pipa magma tersendiri yang langsung terhubung ke dapur magma melalui rekahan baru tanpa menumpang kawah utama.
-
Menunjukkan Letusan Magmatik Sendiri: Wilayah baru wajib memperlihatkan lubang kepulan aktif yang melontarkan gas atau magma secara mandiri, bukan sekadar menampung limpahan muntahan gunung lain.
-
Menghasilkan Deformasi Lokal: Area tersebut harus memicu gempa vulkanik lokal serta pembengkakan permukaan tanah yang terpusat di bawah daratan baru.
Mengingat wilayah tersebut belum memperlihatkan ketiga kriteria itu, Daryono meminta masyarakat menyaring setiap informasi di ruang siber. “Menghadapi fenomena ini, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu spekulatif yang beredar di media sosial. Kemunculan daratan baru ini adalah proses sedimentasi vulkanik yang lumrah di kawasan gunung api aktif,” ucap Daryono.
Ia menyarankan publik agar senantiasa merujuk data resmi otoritas teknis seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta menaati zona steril radius aman demi keselamatan jiwa.




