URBANCITY.CO.ID - OXO Group Indonesia, perusahaan pengembang dan manajemen properti butik yang berbasis di Bali, sukses memesarkan seluruh unit di proyek barunya OXO The Residences saat grand launching akhir pekan lalu. Proyek hunian mewah hasil kolaborasi Oxo dengan dengan Alexis Dornier itu dikembangkan persis di depan Nuanu City (44 ha), proyek lain yang juga dikembangkan Oxo di kawasan Pantai Nyanyi, Tabanan, Bali. Karena itu kelak penghuni Oxo The Residences bisa menikmati semua fasilitas di Nuanu City. Johannes Weissenbaeck, Founder dan CEO OXO Group Indonesia mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan pemasaran OXO The Residences. “Ini pencapaian yang luar biasa, sebuah tonggak sejarah. Bukan hanya untuk OXO Group Indonesia, namun juga industri properti mewah di Pulau Dewata,” katanya seperti dikutip keterangan tertulis Oxo Group pekan ini. Ia menambahkan, keberhasilan penjualan OXO The Residences makin memperkuat posisi Bali sebagai salah satu destinasi pilihan The Haves (kaum berpunya) sebagai rumah kedua. OXO The Residences menawarkan 40 unit hunian mewah di atas lahan 2 ha. Harga rumahnya Rp8 miliar hingga Rp16 miliar per unit, dengan luas bangunan 193-293 m2 dan luas kaveling 300-643 m2. Proyek diminati karena dikembangkan ramah lingkungan dengan konsep neo luxury. Yaitu, menghadirkan kemewahan bukan dari penggunaan material bangunannya yang mahal, tapi dari nilai dan pengalaman berhuni yang ditawarkan. OXO The Residences diperkenalkan kepada publik 8 Mei 2024 di Nuanu City. Acara perkenalan itu dihadiri 400 undangan, baik warga asing maupun orang Indonesia.<!--nextpage--> Prisca Edwards, CEO Investera Australia, yang ditunjuk OXO memimpin divisi penjualan dan pemasaran OXO The Residences, mengungkapkan, banyak konsumen yang lebih memilih unit dengan 3 dan 4 kamar tidur. "Para investor lebih memilih unit dengan tiga kamar tidur, sementara unit dengan empat kamar tidur lebih banyak dipilih konsumen (end user). Layanan manajemen properti yang dimiliki OXO, menjadi-daya tarik lain para investor membeli unit di OXO The Residences,” jelasnya. Prisca menuturkan, sejak tahun 2021 ekonomi di Bali tumbuh signifikan menyusul berakhirnya pandemi. Rata-rata okupansi properti di Bali terus meningkat hingga mencapai 75% seiringnya pulihnya industri pariwisata. Hal itu membuat investasi properti di Bali menjadi sangat menarik. Baca juga: <a href="https://urbancity.co.id/neo-luxury-tren-baru-properti-gaya-hidup/">Neo Luxury, Tren Baru Properti Gaya Hidup</a> Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat, wisatawan mancanegara yang datang ke Bali sepanjang Februari 2024 mencapai 454.801 kunjungan. Naik 8,28% dibanding Januari sebanyak 420.037 kunjungan. Pertengahan Maret 2024, Bali mendapatkan predikat “The Best Island” dalam DestinAsian Readers’ Choice Awards. Penghargaan itu didapat berdasarkan pilihan langsung pembaca DestinAsian, majalah traveling yang beredar di negara-negara Asia Pasifik seperti Singapura, Thailand, Hongkong, Malaysia, dan Australia. "Hal itu menunjukkan Bali masih menjadi top of mind wisatawan mancanegara. Saat ini kawasan pariwisata Pulau Dewata telah merambah ke bagian barat termasuk Seseh, Kedungu, Cemagi, dan Tabanan. Karena itu potensinya untuk terus berkembang sangat besar,” jelas Prisca.<!--nextpage--> <strong>Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMNO7qgww4Lu3BA?ceid=ID:id&oc=3">GOOGLE NEWS</a></strong>