Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menegaskan bahwa aksi ini adalah cerminan nyata dari komitmen perusahaan dalam mematangkan pilar Sustainable Local Community & Environment yang tertuang di dalam sistem pelayanan inti korporasi.
“Bagi InJourney Hospitality, sustainability bukan sekadar konsep keberlanjutan, melainkan fondasi dalam membangun operasional hospitality yang berkelas dunia, berdaya saing global, sekaligus tetap berakar kuat pada nilai budaya dan keberlanjutan Indonesia,” jelas Christine hangat.
Christine menambahkan, ibadah kurban sejatinya membawa dampak ekonomi sirkular yang luar biasa. Rantai distribusinya ikut menggerakkan ekosistem para peternak lokal, membuka lapangan kerja musiman, hingga memberdayakan pelaku UMKM logistik daerah.
Baca Juga:Â Kembalinya Grand Hotel De Djokja, Ikon Legendaris Malioboro yang Dihidupkan InJourney
Pihak perusahaan meyakini bahwa tolok ukur kesuksesan sebuah bisnis perhotelan modern harus berjalan beriringan dengan tingkat kesejahteraan lingkungan sosial di sekitarnya.
“Semoga kegiatan ini menjadi amal ibadah yang membawa keberkahan, sekaligus memperkuat komitmen kami dalam menciptakan dampak yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan bersama,” tutup Christine dengan optimis. (*)




