Kemudian PT Karya Rotan Indonesia, Casaqeela Home Living, CV Hansa Furniture, CV Airlangga Utama Internasional, CV Simetris Asia Rotan, dan Nancy Living.
Baca Juga: Perluas Pasar, 10 IKM Kerajinan Lokal Mejeng di Ambiente Jerman
Reni menyarankan, perlu adanya penyusunan strategi yang berfokus pada fasilitasi ketersediaan bahan baku, SDM terampil, peningkatan pasar, peningkatan produktivitas, serta fasilitasi iklim usaha kondusif dan peningkatan investasi.
Hal itu penting dilakukan dalam rangka penguasaan pasar serta menanggapi tren industri furnitur. “Kemenperin terus berkomitmen untuk bersinergi dengan para stakeholders dalam menghadirkan ide, strategi dan kebijakan yang efektif guna berkembangnya industri furnitur nasional,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Kemenperin Yedi Sabaryadi menambahkan, IFEX merupakan ajang bergengsi bagi industri furnitur.
Sebab, sudah bertaraf internasional yang tergabung dalam circuit ASEAN and China furniture exhibition, di mana rangkaian pameran tersebut dilaksanakan dalam waktu yang berkesinambungan dimulai dari Vietnam, Malaysia, Indonesia, Thailand dan China.
“Dalam Momentum pameran IFEX yang berskala internasional ini, diharapkan dapat menjadi pemicu agar pertumbuhan industri furnitur dapat rebound ke zona positif,” pungkas Yedi.
Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS






