Kapasitas tersebut selanjutnya akan dikembangkan secara bertahap hingga mencapai target 1 GW dalam tiga tahun.
Meutya mengatakan rencana pembangunan fasilitas tersebut telah dipersiapkan dalam waktu cukup panjang dan mendapat dukungan pemerintah.
“Rencana ini telah digagas sejak awal dan disampaikan dua tahun lalu kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kini seluruh proses telah mencapai tahap final sehingga dapat diumumkan kepada publik,” ujarnya.
Kembangkan Sahabat-AI
Selain membangun infrastruktur komputasi, Zankore by Indosat juga akan mengembangkan dan menjadi tempat hosting Sahabat-AI, model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) open-source Indonesia.
Baca juga: Indonesia Perkuat Kolaborasi Industri BRICS: Peluang Investasi Global
Sahabat-AI memiliki 70 miliar parameter dan mendukung sejumlah bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Bali dan Batak.
Platform tersebut juga akan menghadirkan layanan Token-as-a-Service. Layanan ini ditujukan agar pemanfaatan komputasi AI dapat diakses lebih luas oleh masyarakat, pelaku UMKM, kementerian dan lembaga, hingga pengembang aplikasi.
Meutya menilai kehadiran AI Factory tidak sekadar menambah kapasitas pusat data Indonesia.
“Yang dibangun bukan sekadar pusat data atau infrastruktur komputasi. Ini adalah fondasi ekosistem AI nasional yang utuh, mulai dari kapasitas komputasi, layanan AI, hingga pengembangan model bahasa Indonesia,” tuturnya.
Menurutnya, infrastruktur tersebut berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai AI Hub regional karena dapat melayani kebutuhan dalam negeri sekaligus kawasan.
Fasilitas Manufaktur GPU Dibangun
Pemerintah juga tengah mendorong penguatan rantai pasok industri AI melalui pembangunan fasilitas manufaktur GPU di Cikarang.




