Ancaman Skenario Lanjutan
Merespons lambannya langkah Uni Eropa, Pemerintah Indonesia menyatakan telah menyiapkan berbagai opsi strategis. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan mulai dari aspek regulasi, metodologi, hingga dampak nyata terhadap arus perdagangan di lapangan.
Baca Juga: Siasat Mengisi Tangki Minyak Goreng, Mendag Busan Pastikan Produksi di Sumsel Lancar
“Indonesia telah menyiapkan berbagai opsi skenario apabila pada saat berakhirnya RPT, UE belum menunjukkan kepatuhan penuh. Pemerintah Indonesia selalu siap berdiskusi dengan UE untuk memastikan kesiapan aspek hukum dan teknis apabila diperlukan langkah lanjutan,” ujar Mendag Busan.
Meski siap berdialog, Jakarta menegaskan tidak akan berkompromi soal perlindungan kepentingan nasional. Koordinasi erat dengan pelaku usaha dan asosiasi sawit terus diperkuat demi menjamin kepastian hukum bagi industri domestik.
Mendag Busan menggarisbawahi bahwa meski Indonesia mendukung penuh agenda transisi energi global dan prinsip keberlanjutan (sustainability), hal tersebut tidak boleh menjadi topeng bagi praktik proteksionisme.
“Indonesia mendukung agenda keberlanjutan dan transisi energi global. Namun, kebijakan keberlanjutan tidak dapat dijadikan dasar untuk menerapkan langkah-langkah yang bertentangan dengan prinsip fundamental nondiskriminasi dalam sistem perdagangan multilateral,” pungkasnya. (*)






