Sektor ganda putra dipastikan tampil agresif dengan menurunkan enam pasangan kuat, termasuk Fajar/Fikri dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Di sektor ganda putri, perombakan formasi taktis terlihat dengan duet Apriani Rahayu/Lanny Tria Mayasari serta Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi yang akan memimpin lima pasangan lainnya.
Tak kalah tangguh, sektor ganda campuran menjadi sektor dengan jumlah perwakilan terbanyak, yakni tujuh pasangan, yang siap menggebrak lewat nama-nama beken seperti Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja hingga Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardani.
Baca juga: BNI Perkuat Regenerasi Bulu Tangkis: Zaki Ubaidillah Melaju di Thailand Open 2026
Fokus Menjaga Tradisi Juara Dunia
Bagi BNI, gemuruh dukungan suporter di Istora harus dikonversi menjadi energi positif. Indonesia Open bukan sekadar tempat berburu poin, melainkan panggung pembuktian bagi para atlet muda untuk unjuk gigi dan mempertebal mental bertanding di level elite dunia.
“Kami berharap para atlet dapat tampil maksimal, menunjukkan semangat juang terbaik, dan melanjutkan tradisi prestasi bulutangkis Indonesia di level dunia. Dukungan terhadap olahraga nasional merupakan bagian dari komitmen BNI untuk turut berkontribusi melahirkan generasi juara yang membanggakan Indonesia,” tegas Okki menjabarkan misi besar perusahaannya.
Sinergi kokoh antara BNI dan PBSI ini diharapkan mampu menjadi fondasi penyelamat kejayaan olahraga tepok bulu nasional.
Dengan konsistensi bantuan permodalan dan pembinaan yang sehat, tongkat estafet prestasi dipastikan akan terus mengalir mulus dari generasi ke generasi. (*)




