Baca juga: Kemenperin Buka Pendaftaran IHYA 2026, Pacu Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia
Langkah konkret ini akan meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal serta memperkuat rantai pasok manufaktur kedua negara.
Gebrakan 50 Perusahaan di INNOPROM
Indonesia membawa sekitar 50 perusahaan unggulan dari berbagai sektor strategis ke ajang INNOPROM 2026.
Para pelaku industri akan memamerkan produk mulai dari makanan dan minuman, permesinan, elektronik, energi hijau, hingga furnitur berorientasi ekspor.
Pemerintah berharap kehadiran delegasi ini memicu transaksi bisnis dan menarik minat investor Rusia terhadap sektor manufaktur domestik.
Forum Bisnis Tingkatkan Investasi
Delegasi Indonesia menggelar berbagai forum bisnis dan diskusi panel untuk membahas potensi sektor petrokimia, kelapa sawit, aluminium, hingga kawasan industri.
Baca juga: Kemenperin Pacu Digitalisasi Industri Susu Nasional, Peluang Program Makan Bergizi
Forum tersebut mempertemukan langsung pelaku usaha dan pemangku kepentingan kedua negara untuk menjajaki peluang investasi baru.
Pemerintah optimistis kolaborasi ini mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan bagi Indonesia maupun Rusia.
“Kami yakin kerja sama yang erat antara Indonesia dan Rusia akan menghasilkan manfaat yang nyata bagi kedua negara,” ujarnya.
“Melalui INNOPROM 2026, kami harap semakin banyak peluang investasi, perdagangan, transfer teknologi”.
“Selain itu, kemitraan industri yang dapat diwujudkan untuk mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan,” tutup Agus. (*)




