Swasembada beras merupakan pencapaian penting. BPS mencatat produksi 2025 mencapai 34,69 juta ton, naik signifikan dari 30,62 juta ton pada 2024.
Tetapi pemerintah menghadapi pekerjaan yang lebih sulit setelah mencapai swasembada: memastikan beras tersedia dengan harga yang masuk akal di seluruh Indonesia.
Beras yang melimpah tetapi mahal belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan pangan. Indonesia membutuhkan sistem yang mampu menghubungkan produktivitas petani dengan daya beli konsumen.
Bagi masyarakat urban, ukuran keberhasilan akhirnya sederhana: beras tersedia, kualitasnya sesuai, harganya wajar, dan kenaikannya tidak menggerus anggaran rumah tangga.
Swasembada beras seharusnya bukan sekadar tentang Indonesia mampu memproduksi beras sendiri. Swasembada harus berujung pada sistem pangan yang membuat petani sejahtera, industri tumbuh, dan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang wajar.




