Program ini melatih calon inovator muda agar terbiasa berpikir solutif, kolaboratif, serta peka terhadap kebutuhan lingkungan sekitarnya.
Baca Juga: Kemenperin Gandeng Universitas Tiongkok Guna Cetak SDM Unggul untuk Sektor Manufaktur Strategis
Salwa Salsabila AZ, peraih medali perak OPSI 2025 asal Sulawesi Selatan yang menempuh Program Studi Pendidikan Dokter UIN Alauddin Makassar, menyambut positif fondasi kepemimpinan tersebut.
“Proses seleksi Beasiswa Talenta Indonesia menjadi pengalaman yang menantang. Melalui pembekalan saya mendapatkan wawasan baru, khususnya mengenai pola pikir berkembang, ketangguhan mental, integritas, toleransi, dan tanggung jawab sosial,” jelas Salwa.
Riset Lintas Disiplin Topang Pertumbuhan Industri Masa Depan
Gaya hidup akademisi muda masa kini semakin terbuka pada peluang kolaborasi sains interdisipliner tingkat dunia. Muhammad Lingga Padantya Junaedi, peraih emas OPSI 2024 dari MAN 2 Kota Malang, membawa nama Indonesia ke University of Toronto, Kanada.
“Materi Purpose and Meaning menjadi salah satu pembelajaran yang paling membekas selama pembekalan. Terima kasih kepada Kemendikdasmen dan Puspreska,” ucap Lingga.
Baca Juga: Vokasi Kemenperin Tembus Global: Cetak Talenta AI Industri Unggulan
Visi serupa disuarakan Jovan Nathaniel Permana, peraih perak OSN Fisika 2025 asal NTB yang kini menempuh studi di FMIPA ITB.
Jovan membidik karier periset masa depan yang memadukan fisika dengan rumpun sains lain guna menghasilkan temuan industri yang berdaya guna.
“Saya ingin mengembangkan berbagai penelitian yang tidak hanya berfokus pada fisika, tetapi juga melibatkan bidang ilmu lain. Harapannya, penelitian tersebut dapat menghasilkan pengetahuan yang lebih luas dan bermanfaat,” ungkap Jovan yang saat ini menempuh pendidikan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB).




