URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat fondasi sumber daya manusia (SDM) untuk menjaga daya saing sektor manufaktur nasional.
Langkah ini diambil sebagai respons atas masifnya realisasi investasi asal Tiongkok di Indonesia yang dalam lima tahun terakhir telah mencapai angka puluhan miliar dolar AS.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penciptaan talenta unggul dengan keahlian teknis tinggi menjadi prioritas nasional.
Hal ini diwujudkan melalui penguatan pendidikan vokasi yang terintegrasi langsung dengan kebutuhan pasar global.
Baca Juga: Menperin Agus Gumiwang: Pendidikan Vokasi Fondasi Utama Cetak SDM Industri Kompeten
“Pendidikan vokasi menjadi fondasi utama untuk mendukung pertumbuhan sektor manufaktur yang berkelanjutan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun pasar global,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangan resminya, Selasa, 28 April 2026.
Strategi Link and Match dengan Tiongkok
Guna menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan investor, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menjalin kerja sama strategis dengan Liuzhou Polytechnic University, Tiongkok.
Kerja sama yang diteken di Universitas Gadjah Mada pada Senin, 27 April tersebut, mencakup pengembangan pelatihan vokasi, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.
Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menjelaskan bahwa investasi Tiongkok di sektor hilirisasi mineral, manufaktur, dan teknologi memerlukan dukungan SDM lokal yang kompeten agar tercipta link and match yang nyata.




