URBANCITY.CO.ID –Â Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Gunung Sumbing di wilayah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama relawan terus memantau pergerakan api. Pasalnya, kobaran api berpotensi meluas ke wilayah administratif Kabupaten Temanggung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto menegaskan kondisi vegetasi kering memicu kerawanan tinggi. Selain itu, hembusan angin kencang mempercepat rambatan api di lereng gunung.
Titik Api di Atas Pos 4 Terbawa Angin Kencang
Berdasarkan pemantauan lapangan, angin bertiup kencang ke arah barat daya. Arah angin ini berpotensi membawa kobaran api menuju kawasan Garung dan Posong.
Petugas mendeteksi titik kebakaran berada di area vegetasi atas Pos 4. Hamparan ilalang kering di lokasi membuat nyala api menyebar dengan sangat cepat. Oleh karena itu, pengelola menutup seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing secara total. Penutupan jalur ini mencakup rute Bimawari, Banaran, Batursari, hingga Bowongso.
Baca Juga :Â Respons Teguran Singapura ke 7 Perusahaan Karhutla, Mendagri: RI Tak Masalah
Petugas Buat Sekat Bakar dan Siagakan Relawan
Petugas gabungan dan relawan Basecamp Batursari langsung bersiaga penuh di lapangan. Mereka mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke kawasan permukiman.
Bahkan, tim penyelamat segera membuat sekat bakar di sekitar lokasi kebakaran. Pembuatan sekat bakar efektif memutus jalur penyebaran api ke hutan lindung sekitar. Totok menuturkan langkah mitigasi ini menjadi kunci pencegahan bencana yang lebih luas. Sementara itu, ancaman kekeringan dan krisis air bersih turut melanda wilayah Temanggung.
Totok meminta masyarakat dan calon pendaki menaati aturan penutupan jalur. Ia mengingatkan pendaki menunda agenda beraktivitas di seluruh kawasan gunung.
Selain itu, warga perlu memantau perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang. Kerja sama lintas pihak sangat penting guna melindungi keselamatan masyarakat serta kelestarian ekosistem Gunung Sumbing.




