Jangan Asal Beri Nasi ke Kucing, Ini Risiko Kesehatannya Menurut Pakar

Ilustrasi Kucing (Pexels)

URBANCIY.CO.ID – Kucing merupakan salah satu hewan yang amat populer sebagai peliharaan. Daya tariknya terletak pada penampilan yang menggemaskan, bulu yang lembut, mata yang besar dan ekspresif, serta tingkah laku mereka yang lucu dan manja. Sebagai pemilik, memastikan asupan nutrisi yang tepat bagi kucing adalah sebuah keharusan.

Namun, praktik pemberian nasi sebagai pakan kepada kucing masih sering ditemukan. Padahal, menurut pakar kesehatan hewan, kebiasaan ini dapat menimbulkan serangkaian risiko kesehatan yang serius.

Risiko Utama: Kerusakan Pankreas dan Diabetes

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), Slamet Raharjo, menjelaskan bahwa nasi dan pakan lain berbahan biji-bijian atau mengandung karbohidrat berpotensi besar menyebabkan diabetes pada kucing. Hal ini terjadi karena kucing tidak memiliki kemampuan alami untuk mencerna karbohidrat.

“Kucing tidak dapat mencerna bijian, nasi, atau karbohidrat. Bila diberi pakan itu (dalam) jangka panjang, menyebabkan kerusakan pankreas yang memicu diabetes,” kata Slamet, Selasa (6/1/2026).

Ia menambahkan, tubuh kucing dipaksa mencerna nasi tanpa adanya enzim karbohidrat yang memadai, sehingga memicu kelelahan dan kerusakan pada pankreas.

Baca Juga : Tahun Ini Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,6 Persen Meski Dunia Dilanda Ketidakpastian

Komplikasi Kesehatan Akibat Diabetes

Diabetes yang diinduksi oleh diet yang salah dapat memicu berbagai komplikasi, di antaranya:

  1. Gangguan Gigi: Diabetes dapat mengakibatkan masalah gigi seperti gigi yang mudah goyah, lepas, bahkan ompong.
  2. Neuropati Diabetik dan Postur Plantigrade: Diabetes juga dapat menyebabkan neuropati diabetik, sebuah kondisi saraf yang memengaruhi postur tubuh kucing. Postur plantigrade terjadi ketika kucing berdiri dengan menumpukan berat badan pada tumit atau pergelangan kaki, bukan pada telapak kaki.“Diabetes dapat menyebabkan neuropati diabetik. Neuropati diabetik ini menyebabkan plantigrade,” ucap Slamet.
  3. Perubahan Warna Mata: Pemberian nasi berpotensi mengubah warna mata kucing menjadi coklat, yang bisa terjadi secara bertahap atau mendadak. Perubahan mendadak (akut) mengindikasikan adanya gangguan metabolisme tubuh yang serius, salah satunya adalah diabetes mellitus.

  4. Gangguan Ginjal: Dalam kasus diabetes parah, komplikasi dapat meluas hingga memicu gangguan ginjal kronis. Kucing dengan kondisi ini mungkin memerlukan dialisis atau cuci darah.

Obesitas dan Masalah Pencernaan

Selain diabetes, karbohidrat pada nasi juga dapat memicu obesitas. Pencernaan kucing yang melambat karena sulit memproses nasi membuat zat makanan lebih lama berada dalam usus. Energi yang tidak digunakan kemudian disimpan dalam bentuk lemak.

“Selain diabetes juga dapat menyebabkan obesitas yang dapat memengaruhi kerja jantung, paru, hati, dan ginjal,” tutur Slamet.

Tidak adanya sistem pencernaan yang dirancang untuk karbohidrat juga menimbulkan efek negatif langsung pada sistem pencernaan, seperti muntah, diare, dan konstipasi.

Related Posts

Add New Playlist

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.