Masuk ke area kabin, Racco mempertahankan filosofi “estetika laut” khas BYD dengan tata letak kemudi kanan.
Baca Juga:Â BYD ATTO 3 Advanced Plus: Sengatan SUV Murah dari Negeri Tirai Bambu
Dasbor mobil diramaikan oleh layar kontrol tengah model mengambang (floating screen), setir multifungsi tiga palang, serta sudah dilengkapi sistem bantuan mengemudi otonom level L2+ sebagai fitur standar.
Sasar Celah Pasar Tanpa Kejar Untung Jangka Pendek
Dari sektor performa, mobil ini mengandalkan sistem penggerak motor tunggal yang dipasang di bagian depan.
Efisiensi pengisian dayanya tergolong impresif di kelasnya, di mana baterai dapat terisi dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 30 menit.
Menurut rilis resmi BYD Jepang, Racco bakal dipasarkan dengan harga sekitar 2,5 juta yen atau setara Rp52 juta (kurs saat ini), membuatnya sangat kompetitif dengan mobil K-car konvensional berbahan bakar bensin.
Proyek ambisius ini dinakhodai oleh Hirohide Tagawa, General Manager Departemen Perencanaan BYD Jepang, yang merupakan mantan veteran Nissan Motor selama hampir 30 tahun.
Baca Juga:Â BYD Luncurkan Truk Pikap Shark 6 PHEV:Â Ramah Lingkungan dengan Performa Menggoda
Tagawa adalah sosok di balik suksesnya mobil ikonik Jepang, Nissan Dayz, dan mobil listrik ringan terlaris, Nissan Sakura.
“Hampir tidak ada kendaraan listrik ringan murni di pasar mobil penumpang Jepang saat ini, jadi kami menargetkan celah pasar ini sejak awal pengembangan,” ujar Hirohide Tagawa.
Tagawa mengakui bahwa model Racco akan sulit menghasilkan keuntungan finansial dalam jangka pendek.





