URBANCITY.CO.ID – Maskapai nasional Garuda Indonesia mencatatkan rapor hijau pada lini bisnis logistik sepanjang Ramadan hingga menjelang puncak musim mudik Lebaran 2026.
Lonjakan signifikan terjadi pada rute mancanegara, di mana volume angkutan kargo internasional terkerek sedikitnya 23 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut setara dengan tambahan muatan 20 ton per hari jika disandingkan dengan performa Februari 2026.
Sementara itu, untuk lini domestik, maskapai pelat merah ini mencatatkan kenaikan tipis sebesar 3 persen atau sekitar 5 ton per hari pada periode yang sama.
Baca Juga: Permintaan Melonjak, Garuda Indonesia Tambah Jadwal Jakarta–Amsterdam Maret 2026
Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, mengungkapkan bahwa tren positif ini didorong oleh perubahan pola konsumsi dan mobilisasi masyarakat selama bulan suci.
“Meningkatnya mobilisasi masyarakat pada momentum liburan Lebaran tahun ini, didukung dengan tingginya permintaan konsumen dari sisi e-commerce menjadi faktor utama pertumbuhan trafik kargo Garuda Indonesia,” jelas Reza dalam keterangan resminya.
Dominasi Produk Laut dan E-Commerce
Dapur logistik Garuda mencatat komoditas general cargo, produk perikanan (fishery & sea product), serta kiriman belanja daring (e-commerce) masih menjadi penguasa manifes.
Untuk pasar lokal, rute-rute gemuk seperti Denpasar, Medan, Makassar, Balikpapan, dan Pekanbaru menjadi tujuan utama.
Baca Juga: Garuda Indonesia Siapkan 1,3 Juta Kursi Mudik Lebaran 2026: Ada Diskon Tiket Pesawat 18 Persen




