Tak berhenti di situ, beberapa hari kemudian tepatnya pada Jumat, 1 Mei 2026, rangkaian kereta yang sama kembali mengalami insiden setelah menabrak sebuah mobil di perlintasan sebidang di Desa Sidorejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Transformasi Si “Anggrek” dari Masa ke Masa
KA Argo Bromo Anggrek memiliki sejarah panjang sebagai layanan kelas eksekutif tertinggi KAI. Diluncurkan pertama kali pada 24 September 1997, kereta ini sempat menyandang kode JS-852, yang merujuk pada rute Jakarta-Surabaya dengan waktu tempuh 8 jam dan diluncurkan tepat pada HUT ke-52 RI.
Nama “Argo Bromo” sendiri terinspirasi dari kemegahan Gunung Bromo, sementara “Anggrek” melambangkan keindahan bunga nasional tersebut. Sejak awal, kereta ini dibekali teknologi pegas udara untuk kenyamanan ekstra dan ciri khas jendela hitam memanjang. Kini, melalui nama baru “KA Anggrek”, KAI berharap layanan ini tetap menjadi pilihan utama transportasi yang aman dan terpercaya bagi masyarakat.
“Kami berharap dengan identitas yang lebih sederhana, layanan ini semakin dekat dengan masyarakat dan tetap menjadi pilihan utama transportasi yang aman, nyaman, dan terpercaya,” kata Franoto.






