URBANCITY.CO.ID – Tren pemberian fasilitas bebas visa bagi wisatawan asal China kian menguat di kawasan Asia Tenggara. Setelah lebih dulu diterapkan oleh Malaysia dan Singapura, kini Kamboja resmi mengambil langkah serupa untuk mempermudah akses masuk bagi turis dari Negeri Tirai Bambu.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendongkrak sektor pariwisata sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan Beijing.
Pemerintah Kamboja mengumumkan rencana pemberian fasilitas bebas visa bagi wisatawan China sebagai bagian dari upaya meningkatkan kunjungan turis internasional. Langkah ini membuat Kamboja bergabung dengan Malaysia dan Singapura yang sebelumnya telah lebih dulu memberikan kemudahan serupa bagi warga negara China.
Kebijakan tersebut hadir di tengah sengitnya persaingan negara-negara Asia Tenggara dalam memikat wisatawan China, yang dikenal sebagai salah satu pasar wisata outbound terbesar di dunia. Sebelum pandemi, pelancong asal China menjadi penyumbang signifikan bagi pendapatan sektor pariwisata di berbagai negara ASEAN.
Baca Juga :Â Gandeng ASTINDO, Kemenpar Gelar Famtrip untuk Dongkrak Wisata Belitung
Mengapa Turis China Jadi Rebutan?
Terdapat tiga alasan mendasar mengapa negara-negara ASEAN berlomba memberikan kemudahan masuk bagi wisatawan China:
1. Daya Belanja yang Tinggi Wisatawan China dikenal memiliki tingkat pengeluaran yang tinggi selama bepergian ke luar negeri. Mereka tidak hanya menghabiskan uang untuk akomodasi dan transportasi, tetapi juga untuk belanja, kuliner, hingga atraksi wisata. Kondisi ini menjadikan mereka target utama banyak destinasi wisata dunia.
2. Memulihkan Industri Pariwisata Meski sektor pariwisata global telah pulih pascapandemi, banyak negara masih berupaya mengembalikan jumlah kunjungan wisatawan ke level sebelum 2020. Kemudahan visa dianggap sebagai salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan minat perjalanan internasional.
3. Memperkuat Hubungan Ekonomi Selain sektor wisata, kebijakan bebas visa juga sering dikaitkan dengan peningkatan hubungan dagang, investasi, dan kerja sama bilateral. Hubungan China dengan sejumlah negara ASEAN, termasuk Kamboja dan Malaysia, terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.




