URBANCITY.CO.ID – PT Pertamina (Persero) bersama anak usahanya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), resmi memperluas cetak biru bisnis hijau di Asia Tenggara.
Gandeng lembaga riset internasional Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), emiten energi pelat merah ini sepakat memacu pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture Storage/Carbon Capture Utilization and Storage atau CCS/CCUS).
Sinergi raksasa ini dikunci lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam rangkaian pameran hulu migas tahunan Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Kerja sama ini membidik optimalisasi aset hulu migas Pertamina untuk diubah menjadi ladang penampungan emisi karbon skala besar.
Baca Juga: Genjot Efisiensi Hulu Migas, Pertamina Drilling Integrasikan Teknologi Pengeboran Digital
Identifikasi Lokasi Karbon untuk Pasokan Proyek ‘Blue Ammonia’
Ruang lingkup kemitraan ini terhitung sangat strategis, meliputi studi kelayakan teknologi penyerapan polusi, pemanfaatan infrastruktur kilang yang sudah ada, hingga perumusan draf regulasi serta skema komersialisasi karbon.
Langkah penandatanganan ini dikawal langsung oleh jajaran petinggi dari ketiga instansi.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, menegaskan bahwa penguasaan teknologi CCS/CCUS merupakan pilar utama korporasi dalam menyeimbangkan produksi energi nasional dengan komitmen pengurangan emisi gas rumah kaca di tingkat regional.




