Kerja sama ini merupakan bagian dari langkah strategis Pertamina dalam memperkuat portofolio bisnis rendah karbon sekaligus mendukung pencapaian target dekarbonisasi nasional.
Baca Juga: Pasang AI di Rig Pengeboran, Pertamina Drilling Pangkas Risiko Kecelakaan Kerja
“Melalui kolaborasi ini Pertamina berupaya membangun ekosistem CCS/CCUS yang terintegrasi untuk mendukung keberlanjutan industri energi di masa depan,” urai Oki Muraza usai prosesi penandatanganan MoU.
Sinergi ini juga memiliki dampak turunan lintas industri yang bernilai ekonomis tinggi. Data hasil pemetaan titik penyimpanan karbon (carbon storage) di wilayah kerja PHE nantinya akan dikaji ulang melalui skema joint study.
Proyeksi jangka panjangnya adalah menyuplai kebutuhan proyek blue ammonia yang tengah digarap bersama PT Pupuk Indonesia (Persero).
Pacu Investasi Hulu Berbasis ESG dan Anti-Penyuapan ISO 37001
Di sisi operasional hulu, implementasi teknologi hijau ini diharapkan mampu memangkas jejak karbon secara signifikan guna mengejar target nasional Net Zero Emission (NZE) Indonesia.
Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen, menyatakan bahwa kemitraan dengan ERIA akan mempercepat adopsi teknologi dekarbonisasi global ke dalam sistem domestik.
Baca Juga: Siasat Dual Growth Strategy, Pertamina Gandeng ERIA Racik Transisi Energi
“Kami berharap kerjasama ini dapat mempercepat identifikasi potensi, pengembangan ekosistem, serta implementasi proyek-proyek rendah karbon yang memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan industri energi nasional,” jelas Hermansyah.










