Fokus utama mencakup pengelolaan sampah perkotaan dan praktik industri berkelanjutan yang dapat meningkatkan nilai tambah produk ekspor nasional.
Baca Juga:Â Kemendag Gandeng Telkom University Cetak Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor lewat Campuspreneur
Beberapa inovasi lokal yang mencuri perhatian antara lain:
- PT Rafandra Eternal Nusantara: Memproduksi spons alami dari limbah pembibitan gambas (luffa) sebagai pengganti spons plastik.
- Parongpong Raw Lab: Mengolah limbah residual dan jaring bekas nelayan menjadi furnitur serta material bangunan multifungsi.
Respons Positif dari Pelaku Usaha
Para pelaku usaha menyambut baik format pertemuan langsung ini. Elisabeth dari PT Rafandra mengungkapkan bahwa pertemuan tatap muka memberikan nilai tambah signifikan dibandingkan forum daring.
Sementara itu, Veran dari Parongpong Raw Lab terkesan dengan ketertarikan tinggi perusahaan Jepang terhadap isu lingkungan kelautan Indonesia.
Program fasilitasi ini, termasuk Export Coaching Program (ECP), terbukti efektif meningkatkan kapasitas UKM lokal untuk memenuhi standar ketat pasar internasional seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat. (*)






