Program pendampingan Kemenperin bertujuan menjawab kebutuhan pasar sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.
Baca juga: Kemenperin dan Danareksa Perkuat Pengelolaan Kawasan Industri untuk Percepat Hilirisasi Nasional
Pengembangan keterampilan, pemanfaatan bahan baku alternatif, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular menjadi faktor penting dalam menciptakan produk kerajinan yang bernilai tambah tinggi dan berkelanjutan.
“Melalui berbagai program pendampingan dan peningkatan kapasitas, Kemenperin terus berupaya agar menghasilkan produk-produk kreatif yang mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Emmy.
Workshop Anyaman di Kalimantan Utara
Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda bekerja sama dengan BPDP menyelenggarakan Workshop Kerajinan Anyaman.
Selain itu Kertas Seni Berbasis Kelapa Sawit di Tanjung Selor, Kalimantan Utara.
Sebanyak 30 pelaku UMKM dari berbagai kabupaten mengikuti pelatihan pembuatan kerajinan menggunakan limbah kelapa sawit.
Kepala BSPJI Samarinda, Ransi Pasae, menegaskan bahwa pemanfaatan produk samping sawit menjadi strategi nyata dalam mewujudkan ekonomi sirkular.
Baca juga: Bantah Isu Relokasi ke Vietnam, Kemenperin Pastikan Pabrik Komponen Otomotif Tetap Produksi
Pemanfaatan limbah dan produk samping kelapa sawit menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi merupakan langkah nyata dalam mendukung industri yang berkelanjutan.
“Selain mengurangi limbah, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan produk-produk kreatif unggulan yang dapat memperkuat perekonomian daerah,” ujarnya.




