Menjodohkan IKM dengan Raksasa Otomotif
Sebagai langkah nyata, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin bergerak cepat. Mereka berkolaborasi dengan Ditjen ILMATE, Kementerian Investasi/BKPM, serta pabrikan besar seperti PT SGMW Motor Indonesia (Wuling) dan PT VKTR Teknologi Mobilitas.
Sinergi ini diwujudkan lewat agenda “Penjajakan Peluang Bisnis IKM Alat Angkut dalam Rantai Pasok KBLBB” yang digelar di Cikarang, Jawa Barat, pada 22 Mei 2026 lalu.
Baca Juga: Kemenperin Gandeng MR.DIY, Jutaan Produk IKM Siap Banjiri Toko Ritel Modern
Acara ini mempertemukan langsung para perajin komponen otomotif lokal dengan industri besar demi membuka pintu kemitraan strategis.
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menyebut agenda ini sebagai jembatan penting agar IKM memahami standar ketat yang dibutuhkan industri masa depan, termasuk pemenuhan regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka potensi kemitraan strategis antara IKM alat angkut dengan industri besar serta memberikan informasi mengenai kebutuhan komponen kendaraan listrik terhadap pemenuhan TKDN,” jelas Reni.
Pasar Kendaraan Listrik yang Terus Melejit
Optimisme Kemenperin bukan tanpa alasan. Tren adopsi kendaraan listrik di tanah air sedang melesat tajam.
Merujuk data Gaikindo, penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) pada triwulan I tahun 2026 menembus angka 33.150 unit, alias melonjak hingga 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Sokong Program Gizi, Kemenperin Genjot Sertifikasi Keamanan Pangan di Kalbar




