Tak hanya mobil pribadi, populasi bus listrik nasional hingga April 2026 sudah menyentuh 798 unit. Sementara itu, roda dua berbasis listrik merajai jalanan dengan populasi mencapai 236.451 unit per Februari 2026, menguasai sekitar 65 persen dari total ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
“Ini merupakan potensi yang harus dimaksimalkan oleh pelaku IKM komponen otomotif agar dapat turut mendulang manfaat dan memaksimalkan peluang bisnis di masa depan,” tutur Reni.
Gairah pasar ini kian didukung oleh ekspansi infrastruktur pengisian daya. Berdasarkan data PT PLN per April 2026, kini telah berdiri 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 3.097 titik di Indonesia.
Angka ini ditargetkan melonjak drastis hingga 62.918 unit pada tahun 2030 demi menopang target 943.764 unit KBLBB dari Kementerian ESDM.
Baca Juga: Tembus Pasar Global, Produk Kriya IKM Binaan Kemenperin Sabet Penghargaan di Hong Kong
Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kemenperin, Dini Hanggandari, menambahkan bahwa lewat program penjajakan bisnis ini, para pelaku IKM dibekali wawasan mendalam mengenai standar teknologi, kualitas, dan prinsip keberlanjutan yang ramah lingkungan.
“Melalui kegiatan penjajakan peluang bisnis ini, diharapkan IKM alat angkut binaan kami dapat memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai standar teknologi, kualitas, dan keberlanjutan yang dibutuhkan industri kendaraan listrik sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing di pasar domestik maupun global,” pungkas Dini. (*)




