M. Rum menegaskan kesiapan produsen dalam negeri dalam menghadapi seasonal peak ini. “Dengan meningkatnya permintaan kebutuhan rumah tangga pada periode Ramadhan dan menjelang Idul Fitri ini, saya dapat mengatakan bahwa Ramadhan selalu membawa berkah tersendiri bagi industri nasional,” tegasnya.
Baca Juga: Ekspor Kerajinan IKM Tembus USD 305 Juta: Kemenperin Pacu Inovasi Lokal di Inacraft 2026
Kesiapan Sektor Pangan dan Tekstil
Dua sektor yang paling diandalkan saat Lebaran, yakni makanan-minuman (mamin) serta tekstil, menunjukkan performa solid.
Sepanjang 2025, industri mamin tumbuh 6,38 persen dan menyumbang 41,26 persen terhadap industri pengolahan nonmigas.
Sementara itu, industri tekstil dan pakaian jadi juga mencatatkan rapor hijau dengan pertumbuhan 3,55 persen.
Angka ini dinilai cukup untuk menjamin ketersediaan stok pakaian di pasar domestik tanpa harus bergantung pada produk impor.
Bazar sebagai Ruang Interaksi Ekonomi
Sebagai bagian dari strategi penguatan pasar domestik, DWP Kemenperin menggelar Bazar Ramadhan 2026 yang diikuti oleh 69 stan produk lokal.
Perwakilan Ketua DWP Kemenperin, Lusi Taufiek Bawazier, menyebut kegiatan ini bertujuan mengerek konsumsi produk pilihan buatan anak bangsa.
Baca Juga: Benteng Industri Perhiasan, Kemenperin Pacu Bank Bullion di Tengah Lonjakan Harga Emas Dunia
“Kami berharap agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta dan pengunjung, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlanjutan industri dalam negeri melalui peningkatan konsumsi produk nasional,” ujar Lusi.






