Salah satu fokus utama di tahun 2026 adalah pendampingan sentra IKM kerajinan bambu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Bambu dipilih karena sifatnya yang cepat tumbuh dan ramah lingkungan. Indonesia sendiri memiliki 162 jenis bambu dengan luas kebun mencapai 2,4 juta hektare yang mampu memproduksi 11 juta batang setiap tahunnya.
Baca Juga: Ekspor Kerajinan RI Tembus USD 806 Juta, Kemenperin Tempa IKM Agar Naik Kelas
“Melalui pembinaan berbasis sentra, struktur ekonomi masyarakat di daerah menjadi lebih kuat. Selain itu, proses pendampingan juga dapat berjalan lebih efektif karena tidak hanya menyentuh individu, tetapi membangun ekosistem usaha yang saling mendukung,” ujar Reni.
Inovasi Desain dan Kemasan Modern
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menambahkan bahwa sebanyak 35 perajin di Hulu Sungai Selatan telah mendapatkan pelatihan desain produk, teknik pengawetan, hingga konsultasi pengemasan.
Menariknya, hasil kerajinan bambu ini juga akan dikolaborasikan dengan IKM dodol khas daerah untuk menciptakan kemasan produk yang lebih premium.
Produk-produk unggulan ini nantinya akan dipamerkan pada ajang bergengsi seperti Pameran HUT Dekranas di Makassar dan Pameran Kriyanusa guna memperluas akses pasar nasional. (*)






