Teuku Riefky menambahkan bahwa MBG adalah investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia Indonesia. “Program MBG merupakan tujuan mulia dari Bapak Presiden dengan memberikan gizi yang baik kepada generasi emas Indonesia.
Baca Juga: Orkestrasi Ruang Publik: Menteri Ekraf Jadikan Taman Kota Jantung Baru Ekonomi Kreatif
Ini merupakan investasi SDM dan menghapus stunting sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan dengan berputarnya roda perekonomian di daerah dan tentu bagi masa depan anak-anak di Indonesia,” jelasnya.
Target Nasional dan Dampak Ekonomi
Secara nasional, program MBG ditargetkan menjangkau lebih dari 83 juta penerima manfaat tahun ini dengan dukungan lebih dari 36.600 unit SPPG di seluruh Indonesia.
Kehadiran program MASAMO menjadi katalis untuk memastikan standar gizi dan tampilan makanan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Wakil Bupati Pidie, Alzaizi Umar, menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi ini. Ia menilai kehadiran para ahli masak profesional dapat memicu kebangkitan industri kreatif di daerah.
Baca Juga: Menteri Ekraf Dorong Kolaborasi IP Lokal di Jakarta Toys Fair 2026
Menurutnya, Program MASAMO merupakan program Kementerian Ekraf yang bertujuan untuk penguatan subsektor kuliner sehingga menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program prioritas nasional.
Tujuannya jelas: mendorong kebangkitan industri kreatif berbasis kekayaan intelektual seluruh daerah sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Pidie sangat mendukung program MBG serta MASAMO melalui pendampingan langsung bersama Master Chef,” ungkap Alzaizi.






