Produk-produk UMKM Kalimantan Timur memiliki kualitas yang sangat baik dengan karakter yang kuat.
Baca juga:Â Kementerian UMKM Ekspor 24 Ton Gula Kelapa ke Ghana, Nilai Transaksi Capai Rp1,1 Miliar
Motif batik seperti Tengkawang Ampiek menunjukkan bahwa kekayaan budaya dan alam Kalimantan Timur dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah menetapkan satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengenakan batik khas Kalimantan Timur,” ujar Faisal.
“Kebijakan ini tidak hanya menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para perajin dan pengusaha UMKM batik di daerah,” katanya.
Sinergi Membangun Ekosistem UMKM
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan, Heru Ressandy Kusuma, menegaskan bahwa Galeri Dekranasda dan UKM Center berperan vital sebagai etalase promosi bagi pelaku usaha lokal.
Fasilitas ini membuka peluang lebih luas bagi pengusaha untuk menjangkau wisatawan maupun pembeli skala nasional.
Baca juga:Â Kementerian UMKM Rilis Layanan Belanja Online Produk UMKM Terdampak Bencana Sumatera
Saat ini, produk UMKM Kaltim bahkan telah merambah gerai SMESCO Indonesia sebagai bukti nyata daya saing yang mumpuni di pasar nasional.
Batik Kalimantan Timur saat ini telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk melalui gerai SMESCO Indonesia.
“Hal ini menunjukkan bahwa produk UMKM Kalimantan Timur memiliki kualitas dan daya saing yang mampu bersaing di pasar nasional,” ujarnya.
Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
Pemerintah terus membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan dengan memadukan akses pembiayaan dan penguatan identitas budaya lokal.




