URBANCITY.CO.ID – Produk lokal kembali unjuk gigi di pasar internasional. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Swiss Import Promotion Programme (SIPPO) resmi melepas ekspor 24 ton gula kelapa organik ke Ghana, Afrika Barat.
Produk hasil olahan CV Mannah Anugerah Sejahtera asal Semarang ini mencatatkan nilai transaksi sebesar USD 63.400 atau setara Rp1,1 miliar.
Ekspor perdana ke pasar nontradisional ini difasilitasi oleh pembeli internasional asal Swiss, HPW Fresh and Dry Ltd.
Langkah ini merupakan buah manis dari Program Selling Mission Eropa 2025 yang diinisiasi pemerintah untuk mendorong UMKM naik kelas.
Baca Juga: Kementerian UMKM Rilis Layanan Belanja Online Produk UMKM Terdampak Bencana Sumatera
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menyatakan bahwa keberhasilan ini membuktikan komoditas berbasis sumber daya lokal mampu memenuhi standar ketat pasar global.
“Produk gula kelapa organik yang diekspor tidak hanya mencerminkan keunggulan komoditas berbasis sumber daya lokal, tetapi juga menunjukkan bahwa usaha menengah Indonesia mampu memenuhi standar kualitas global, mulai dari aspek keberlanjutan, keamanan pangan, hingga konsistensi pasokan,” ujar Bagus Rachman dalam keterangan resminya, Rabu, 22 April 2026.
Sasar Pasar Nontradisional
Program fasilitasi ini berjalan sesuai arahan Menteri UMKM Maman Abdurrahman untuk mendobrak pasar-pasar baru di luar negara tujuan ekspor konvensional.
Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah, Harun, menambahkan bahwa sinergi dengan mitra internasional seperti SIPPO akan terus diperkuat melalui business matching dan kurasi produk yang ketat.




