URBANCITY.CO.ID – Pemerintah melalui Perum BULOG terus memacu penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna meredam gejolak harga di pasar.
Hingga akhir April 2026, total beras yang telah digelontorkan ke masyarakat tercatat mencapai 388,3 ribu ton.
Realisasi tersebut terdiri dari 221 ribu ton yang disalurkan pada periode Januari–Februari, serta 167,3 ribu ton pada periode Maret hingga April.
Capaian ini menunjukkan konsistensi distribusi meskipun terdapat transisi administrasi program di awal tahun.
Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa program SPHP merupakan instrumen utama pemerintah dalam memastikan keterjangkauan pangan nasional.
Baca Juga: Harga Beras Melonjak, Penyaluran Beras Bulog Jadi Rumit dan Membingungkan
“Penyaluran beras SPHP ini dilakukan sepanjang tahun sebagai instrumen strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau,” ujar Rizal, Kamis, 30 April 2026.
Target Penugasan dan Jaringan Distribusi
Sepanjang tahun 2026, BULOG memikul mandat untuk menyalurkan total 828 ribu ton beras SPHP. Penugasan ini berlandaskan Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 204/TS.03.03/K/2/2026 yang mengatur tentang pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Guna memastikan akses merata, BULOG memperluas jaringan distribusi melalui 80 ribu titik Rumah Pangan Kita (RPK) di seluruh Indonesia.
Selain itu, distribusi juga merambah pasar rakyat, ritel modern, koperasi, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.




