Baca juga: TNI AL Amankan Setengah Ton Air Raksa Ilegal di KM Nggapulu, Bos PELNI Buka Suara
“Yang terpenting bagi kami adalah memastikan PMN yang diberikan pemerintah digunakan sesuai rencana, menghasilkan output yang baik, serta memberikan dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat sebagai pengguna layanan PELNI,” tambah Hanif.
Tahap Awal Pembangunan Kapal Baru
Direktur Armada dan Teknik PELNI, Kokok Susanto, menjelaskan bahwa proyek pembangunan kapal saat ini memasuki fase persiapan desain yang komprehensif.
Perusahaan menargetkan proses desain akan berlangsung selama 17 bulan sebelum berlanjut ke tahap konstruksi fisik.
Tim teknis sedang menyusun spesifikasi detail guna memastikan kapal baru nanti memenuhi standar modern dan efisien bagi kebutuhan transportasi masa depan.
“Sesuai rencana, proses desain diperkirakan memerlukan waktu sekitar 17 bulan sebelum memasuki tahapan pembangunan,” ujar Kokok.
Baca juga: Hari Lingkungan Hidup 2026: PELNI Sulap Limbah Life Jacket Jadi Tas dan Sepatu Ramah Lingkungan
Manajemen PELNI menyambut positif pengawasan intensif dari Komisi XI DPR RI serta Kementerian Keuangan sebagai bagian dari transparansi kinerja.
Kokok menegaskan bahwa dukungan ini memotivasi perusahaan untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dan akuntabel sesuai dengan tujuan pemerintah.
PELNI berharap kapal-kapal baru nanti mampu memperkuat konektivitas nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Investasi Strategis untuk Konektivitas
Total nilai investasi pembangunan tiga kapal baru ini mencapai Rp4,5 triliun, yang berasal dari kombinasi PMN 2024 (Rp1,5 triliun), PMN 2025 (Rp2,5 triliun), serta pendanaan internal perusahaan sebesar Rp500 miliar.




