Selain aspek edukasi, PHM juga dinilai unggul dalam akuntabilitas melalui Sustainability Report. Penghargaan Bronze pada kategori ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menyusun pelaporan kinerja berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) secara sistematis dan terukur.
Baca Juga: PHM Sambut Delegasi Leiden University dan Unmul, Diskusikan Operasi Migas Berbasis Keberlanjutan
Head of Communication Relations & CID PHM, Achmad Krisna Hadiyanto, menilai raihan ini membuktikan bahwa strategi komunikasi perusahaan kini lebih mementingkan substansi ketimbang sekadar polesan citra.
“Ke depan, Perusahaan akan terus memperkuat sinergi antara strategi bisnis dan komunikasi keberlanjutan guna mendukung transformasi energi nasional serta pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia,” imbuh Achmad.
Mendukung Asta Cita dan Kemandirian Energi
Prestasi PHM di ajang PRIA 2026 ini sejalan dengan tema besar “Merajut Narasi dan Menguatkan Reputasi untuk Negeri”. Penguatan praktik ESG yang terintegrasi dalam operasional hulu migas dianggap krusial untuk mendukung Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dengan keberhasilan ini, PHM mempertegas posisinya sebagai pemain industri energi yang bertanggung jawab, tidak hanya pada target produksi, tetapi juga pada kelestarian lingkungan dan pemberdayaan sosial masyarakat Kalimantan Timur. (*)






