Untuk Tahun Buku 2025, PGN nekat mempertahankan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) jumbo sebesar 80 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk.
Sebuah pemanis yang jitu untuk menjaga loyalitas pemegang saham di pasar modal.
Fajriyah optimistis, dengan kombinasi pasokan yang aman dan neraca keuangan yang tebal, PGN bakal mulus melenggang menangkap peluang lonjakan konsumsi energi di masa depan.
Kebutuhan energi Indonesia akan terus berkembang. Karena itu pihaknya fokus memastikan perseroan memiliki infrastruktur, pasokan, dan kapasitas yang memadai untuk menangkap pertumbuhan tersebut.
“Dengan fondasi bisnis yang kuat dan posisi pasar yang telah dibangun selama ini, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” pungkas Fajriyah. (*)




