URBANCITY.CO.ID – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa ekonomi kreatif merupakan kekuatan utama ekonomi Indonesia di masa depan.
Berbeda dengan sumber daya alam yang dapat habis, ekonomi kreatif digerakkan oleh ide dan inovasi yang berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam seminar Business Insight bertajuk “The Creative Economy Imperative: Why Leaders Who Unlock Creativity Win” pada ajang ILEAD SUMMIT 2026 di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Kolaborasi Hexahelix Sebagai Kunci Kemajuan
Irene menekankan bahwa pengembangan industri kreatif tidak bisa dilakukan secara mandiri, melainkan membutuhkan kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, bisnis, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan.
Baca Juga: Wamen Ekraf: Fotografer Indonesia Harus Adaptasi Teknologi AI dan Lindungi Hak Cipta
“Creative economy is future growth for economy. Sumber daya alam bisa habis, tetapi kreativitas tidak terbatas. Ekonomi kreatif terus berkelanjutan yang digerakkan dengan ide, kreativitas, dan inovasi serta didukung pula melalui teknologi yang valid,” ungkap Irene Umar.
Lebih lanjut, Irene menjelaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan unik melalui kekayaan budaya yang menjadi nilai jual utama di pasar digital global.
“Impossible to do it ourselves, hexahelix collaboration is the key. Supaya bisa mempersatukan bangsa dan maju bareng, kita harus mulai menjajaki pasar digital bagi produk maupun karya kreatif dari Indonesia,” tambahnya.
Kreativitas Sebagai Strategi Bisnis




