URBANCITY.CO.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) berkomitmen membawa fotografer Indonesia naik kelas ke level internasional.
Langkah ini dilakukan dengan memperkuat ekosistem industri fotografi yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kualitas SDM hingga perluasan akses pasar global.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, komunitas, dan asosiasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan industri kreatif saat ini.
Membangun Ekosistem yang Berkelanjutan
Menurut Irene, fotografi memiliki potensi besar untuk menjadi subsektor unggulan. Namun, pengembangannya tidak boleh hanya bersifat seremonial, melainkan harus menyentuh aspek fundamental seperti perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Baca Juga: Wamen Ekraf Irene Umar Ajak Anak Indonesia Berani Bermimpi lewat Film ‘Na Willa’
Kementerian Ekraf melihat fotografi memiliki potensi besar untuk diangkat menjadi subsektor unggulan ekonomi kreatif meski menghadapi banyak tantangan.
“Karena itu, kami akan terus mendukung ruang dan kegiatan kolaborasi yang mampu mengakomodasi komunitas, asosiasi, dan para fotografer agar dapat bergerak bersama membangun ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Irene Umar di Jakarta, dikutip Selasa, 12 Mei 2026.
Indonesia Photography Summit: Forum Kolaborasi Kreator
Dalam audiensi bersama PT Benih Kreasi Indonesia, muncul gagasan Indonesia Photography Summit. Forum ini dirancang sebagai ruang pertemuan bagi kreator, instansi, dan pelaku industri melalui workshop, expert sharing, hingga bazar kreatif.




