URBANCITY.CO.ID — Memiliki hunian pribadi di tengah dinamika gaya hidup perkotaan bukan lagi sekadar impian yang mustahil bagi kalangan muda.
Menggabungkan konsep creative lifestyle hub dengan literasi finansial strategis, ajang Pesona Merdeka 2026 membuka gerbang investasi properti sekaligus penguatan modal usaha bagi kaum urban di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri langsung kolaborasi strategis antara Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian PKP, BP Tapera, Bank BRI, dan Epic Market Kriya Nusantara tersebut.
Melalui momentum peringatan HUT ke-81 RI, pemerintah menawarkan terobosan finansial nyata berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan serta Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) guna mengamankan aset masa depan generasi produktif.
Baca Juga:Â Mendagri Apresiasi KUR Perumahan dalam Mendorong Penyediaan Hunian Layak dan Penguatan UMKM
Injeksi Modal Rp50 Triliun Dorong Aset Properti Produktif
Pemerintah secara agresif menaikkan plafon anggaran KUR Perumahan dari Rp34 triliun menjadi Rp50 triliun untuk memperluas penetrasi kepemilikan aset.
Kebijakan ini memperkuat langkah Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Ara yang sebelumnya meresmikan akad massal perdana 62.710 unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan pada 30 Juli 2026.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa pemerintah merancang skema pembiayaan inklusif ini untuk memicu pertumbuhan ekonomi berbasis kewirausahaan lokal.
Baca Juga:Â Dongkrak Ekonomi Lampung, Serapan KUR Perumahan BTN Tembus Rp268,86 Miliar




