Baca juga:Â Kemenpar Genjot Pasar Korea Selatan lewat Indonesia Sales Mission 2026 di Busan dan Gwangju
Selain itu, permainan digital scavenger hunt yang tersebar di berbagai lokasi seperti HeHa Waterfall Bogor, Jatim Park Malang, hingga Plaza Ambarrukmo Yogyakarta.
Ini memberikan tantangan seru bagi keluarga untuk mengenali ikon-ikon destinasi wisata #DiIndonesiaAja sembari berkesempatan memenangkan hadiah staycation.
Inisiatif ini membuktikan bahwa edukasi pariwisata tidak harus membosankan.
Melalui pengalaman langsung yang autentik, anak-anak memahami pentingnya menjaga alam dan menghargai proses kreatif di balik setiap destinasi.
Mereka belajar bahwa pariwisata adalah ekosistem yang melibatkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat lokal.
Baca juga:Â Kemenpar Fokus Perkuat Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan pada 2027
Membentuk Generasi Alpha yang Peduli Budaya
Generasi Alpha kini menjadi sasaran strategis dalam membentuk masa depan pariwisata yang lebih hijau dan bertanggung jawab.
Meski belum memiliki daya beli mandiri, mereka adalah pengambil keputusan utama dalam rencana liburan keluarga.
Kemenpar merancang program ini untuk menyeimbangkan ritme hidup yang cepat dengan pengalaman slow travel dan slow living yang ditawarkan oleh desa wisata.
Melalui pengalaman autentik ini, anak-anak memperoleh wawasan baru yang memperkaya perspektif mereka terhadap kekayaan tanah air.
“Generasi Alpha tumbuh di era digital yang serba cepat, tetapi mereka juga membutuhkan pengalaman yang autentik dan bermakna,” ujar Ni Made Ayu Marthini.




