URBANCITY.CO.ID – Masyarakat urban kini mengubah cara pandang mereka terhadap liburan.
Alih-alih mengejar destinasi internasional yang menguras kantong, banyak keluarga mulai melirik potensi wisata di sekitar tempat tinggal.
Kampanye “Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja” dari Kementerian Pariwisata menawarkan solusi efisien bagi Anda yang ingin mengoptimalkan anggaran tanpa mengorbankan kualitas pengalaman.
Tren perjalanan wisata menunjukkan pergeseran signifikan ke arah fleksibilitas dan efisiensi.
Data BPS mengonfirmasi lonjakan pergerakan wisatawan nusantara yang mencapai 417,06 juta perjalanan pada awal 2026.
Baca juga:Â International Islamic Expo 2026: Strategi Cerdas Investasi di Sektor Pariwisata Halal Global
Angka ini menegaskan bahwa wisata domestik menjadi pilihan rasional untuk menjaga kesehatan finansial keluarga di tengah kondisi ekonomi saat ini.
“Selain memperkuat ekonomi nasional, mengurangi arus keluar devisa, dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), langkah ini juga mendorong pemerataan manfaat ekonomi pariwisata hingga ke berbagai daerah,” kata Nia Niscaya.
Teknologi AI Sebagai Asisten Perjalanan
Pemerintah memudahkan perencanaan perjalanan Anda melalui platform berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama MaiA.
Teknologi ini berfungsi sebagai perencana perjalanan pribadi yang menyusun destinasi, anggaran, hingga jadwal kegiatan secara instan.
Pemanfaatan AI membantu wisatawan urban yang sibuk untuk mendapatkan pengalaman terbaik dengan upaya perencanaan yang minimal.




