URBANCITY.CO.ID -Pariwisata halal bukan sekadar tren, melainkan mesin ekonomi baru yang menjanjikan return investasi tinggi.
International Islamic Expo 2026 yang berlangsung di Jakarta membuktikan bahwa ekosistem ini tumbuh secara eksponensial di pasar global.
Para investor kini melirik sektor ini karena inklusivitas dan permintaan yang terus meningkat dari wisatawan mancanegara.
Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata, Masruroh, menilai ajang ini sebagai pintu utama kolaborasi bisnis lintas negara.
Pertemuan para pelaku industri, investor, dan buyer ini menciptakan momentum krusial untuk menggerakkan roda ekonomi sektor pariwisata secara nyata.
Baca juga:Â Produk Halal Indonesia Raih Transaksi Rp21 Miliar di Halal Expo Canada 2026
“Ini merupakan momentum untuk memperkuat kemitraan, bertukar gagasan, serta membuka peluang kolaborasi baru dalam pengembangan Muslim-friendly tourism dan ekosistem halal global,” ujar Masruroh.
Indonesia Menuju Peringkat Teratas Dunia
Indonesia mencatatkan prestasi gemilang dengan menempati posisi kedua dalam Global Muslim Travel Index 2026.
Keberhasilan ini menempatkan Indonesia pada posisi tawar yang kuat dalam peta investasi pariwisata dunia.
Modal kekayaan alam dan keragaman budaya membuat Indonesia sangat menarik bagi investor yang mencari kualitas serta keberlanjutan bisnis.
Pengembangan pariwisata ramah Muslim kini mencakup standar layanan global yang sangat ketat.
Pemerintah terus memperkuat kesiapan destinasi serta kualitas aksesibilitas untuk menjawab ekspektasi pasar internasional.
Baca juga:Â Mendag Budi Santoso Targetkan Transaksi Raksasa di Trade Expo Indonesia Oktober 2026
Stabilitas ekosistem ini secara otomatis meningkatkan nilai jual aset pariwisata lokal di mata para pelaku bisnis.




