URBANCITY.CO.ID – Aksi teror terhadap aktivis hingga influencer alias pemengaruh sempat bermunculan pada penghujung tahun 2025.
Berdasarkan penelusuran, teror itu diduga berkaitan atas kritik penanganan bencana Sumatera yang terjadi pada November 2025 lalu.
Sejumlah figur publik dengan jumlah pengikut besar menilai pemerintah lamban dalam menangani bencana.
Intimidasi terhadap aktivis dan pemengaruh beragam, mulai dari serangan digital hingga teror berupa pengiriman bangkai hewan.
Baca Juga : BNI Hadir Cepat Bersama BUMN Peduli Salurkan Bantuan Nyata bagi Warga Terdampak Bencana di Sumatra
Terkini, eks Menko Polhukam, Mahfud MD menyoroti ihwal aksi teror terhadap para influencer tersebut.
Dalam siniar YouTube Mahfud MD Official pada Rabu, 7 Januari 2026, Mahfud menekankan tanggung jawab negara untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap warga negaranya bagi yang ingin menggunakan hak-haknya.
“Kita pasti setuju, negara ini harus aman, dan harus ada ketertiban bagi orang-orang yang mengutarakan pendapat,” terang Mahfud.
Guru Besar Hukum Tata Negara itu menyebut, negara tidak boleh membiarkan orang atau institusi apapun, melakukan teror yang diam-diam atau terang-terangan saat melakukan aktivitas sebagai warga negara.
“Ini tak boleh terjadi lagi, bicara sedikit di medsos diteror,” tegas Mahfud.
“Jangan biarkan ini terus berlangsung dan tidak terungkap. Tidak ada penjelasan sama sekali, kan tidak boleh,” tambahnya.
Mahfud lantas menilai, apabila aksi teror terhadap sejumlah influencer itu terlalu lama dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal serupa di masa mendatang.




