Realisasi pendapatan negara pada semester I-2026 mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3% dari target, tumbuh 21,4% secara tahunan (year-on-year).
Baca juga: MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Markets, Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berjalan Sesuai Arah
“Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar karena menunjukkan kemampuan pemerintah menjaga kesehatan fiskal di tengah dinamika ekonomi global. Ini perkembangan yang cukup positif bagi pasar,” ujar dia.
Suria menyoroti kinerja penerimaan pajak yang mencapai Rp1.187,8 triliun. Sempat muncul kekhawatiran terkait sistem Coretax, namun kinerjanya ternyata cukup memuaskan dalam dua bulan terakhir.
Selain itu, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga mencatatkan angka menggembirakan sebesar Rp271 triliun.
Ujian Berat di Pasar Modal
Meski makroekonomi terlihat solid, Suria mengingatkan tantangan besar di pasar modal akibat arus keluar dana asing yang mencapai Rp75 triliun hingga pertengahan tahun ini.
Tekanan ini dipicu oleh pembekuan (freeze) review saham Indonesia oleh MSCI.
Suria menjelaskan, tekanan terasa sejak akhir Januari 2026 ketika muncul wacana penurunan status Indonesia menjadi frontier market.
Baca juga: Tiki Taka OJK Jaga Likuiditas Pasar Modal RI dari Gempuran Global
Meski status tersebut akhirnya tidak berubah, pembekuan review tetap berjalan.
“Selama masih dibekukan, tidak ada tambahan emiten Indonesia yang masuk ke indeks MSCI, tidak ada penyesuaian free float, dan tidak ada proses upgrade,” tandas dia.




