URBANCITY.CO.ID – Di balik kemudahan masyarakat menikmati internet cepat di layar ponsel pintar, ada pertempuran bisnis infrastruktur yang senyap namun masif di belakang layar.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) rupanya paham betul cara memanfaatkan momentum ini. Melalui segmen korporasi (Business-to-Business/B2B) Infrastructure, raksasa telekomunikasi ini sukses mencetak rapor hijau yang menjanjikan.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengungkapkan bahwa lini bisnis B2B Infrastructure berhasil menyumbang pundi-pundi pendapatan sebesar Rp2,4 triliun.
Angka ini melompat 6,8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Motor penggerak utamanya tak lain adalah ekspansi agresif dari bisnis penyediaan kabel optik ke menara telekomunikasi (Fiber-to-the-Tower/FTTT).
Baca Juga:Â Sumpah Digital Telkom: Luncurkan AdyaCakra Demi Kedaulatan Data Indonesia
Anak usaha Telkom, Mitratel, menjadi bintang utama di sektor ini. Perusahaan menara tersebut sukses membukukan pendapatan sebesar Rp2,3 triliun, tumbuh 1,4 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).
Bisnis penyewaan menara (Tower Leasing) masih menjadi jangkar utama yang menjaga stabilitas keuangan perusahaan.
Kesehatan finansial Mitratel pun terbilang sangat prima, tecermin dari margin EBITDA yang kokoh di level 82,7 persen.
Demi mengunci posisi sebagai raja menara di Asia Tenggara, Mitratel tancap gas menambah bentangan kabel fiber optic sepanjang 1.080 kilometer hanya dalam waktu tiga bulan. Kini, total jalur serat optik yang mereka kuasai mencapai 58.279 kilometer.




