URBANCITY.CO.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme tinggi terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tahun 2026.
Ia yakin indeks tersebut dapat menembus level 10.000, seiring dengan prospek ekonomi Indonesia yang diperkirakan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk itu, ia mengimbau para pelaku pasar agar bersiap menghadapi peluang tersebut.
“Jadi pelaku pasar siap-siap aja. Tahun ini Rp10.000 itu bukan angka yang mustahil dicapai. Dari pertumbuhan ekonomi yang baik, lebih baik daripada tahun lalu,” ujarnya.
Purbaya menjelaskan bahwa kondisi positif ini didukung oleh kebijakan ekonomi yang telah dijalankan secara penuh selama satu tahun bersama Gubernur Bank Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.
Baca Juga : Pasar Modal Indonesia Tangguh dan Berintegritas Sepanjang Tahun 2025
“Kan sekarang satu tahun penuh ini saya udah pegang ekonominya lah sama Gubernur BI dan lain-lain. Kalau kemarin kan kita masih separuh-separuh, cuma seperempat malah. Harusnya dengan kebijakan yang lebih sinkron kita dengan Bank Sentral, dengan yang lain-lain, ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat,” paparnya.
Menurut mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini, pertumbuhan ekonomi yang kuat akan langsung berdampak pada peningkatan kinerja dan keuntungan perusahaan, terutama bagi emiten yang tercatat di pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, ia mendorong investor untuk lebih waspada dalam menangkap peluang investasi sepanjang tahun ini.
“Itu akan melandasi pertumbuhan keuntungan perusahaan juga. Jadi kalau investor-investor yang jeli, jangan sampai ketinggalan,” kata dia.
Optimisme serupa juga datang dari Direktur Utama BEI, Iman Rachman. Ia menetapkan target pencatatan 555 efek sepanjang 2026, termasuk 50 saham baru, yang diharapkan dapat memperdalam pasar dan meningkatkan likuiditas. BEI juga menargetkan penambahan 2 juta investor baru di tahun ini.
Baca Juga : Bank Muamalat Catat Kenaikan 50% Transaksi Sertifikasi Halal
“BEI mengasumsikan nilai rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada 2026 sebesar Rp 15 triliun,” ujar Iman, Jumat (2/1/2025).
Iman menambahkan bahwa BEI telah menyusun peta jalan pengembangan melalui Master Plan BEI 2026-2030, yang bertujuan menjaga momentum pertumbuhan dan meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di kancah global. Dengan strategi ini, ia berharap Indonesia dapat masuk ke jajaran 10 bursa terbesar dunia, memberikan manfaat maksimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional.
“Harapannya Indonesia dapat masuk ke jajaran top 10 bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi, sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional,” ucap dia.




