Langkah ini juga dipandang sebagai strategi memperkuat ekonomi nasional, khususnya dalam menjaga daya tahan industri manufaktur dan perlindungan tenaga kerja. Purbaya berharap kebijakan ini sudah bisa diimplementasikan pada awal Juni mendatang untuk memacu pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga dan keempat.
“Tapi semangat kita sekarang kita akan memastikan semua mesin ekonomi berjalan di demand sudah kita dorong sekarang, di sektor manufaktur kita dorong,” tuturnya menambahkan.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyebut pemberian insentif ini kian mendesak. Menurutnya, pergeseran tren pasar otomotif ke kendaraan elektrik merupakan respons terhadap gejolak geopolitik dan ketidakpastian energi dunia. Selain soal stimulus EV, pertemuan kedua menteri tersebut juga membahas upaya peningkatan ekspor produk manufaktur Indonesia.






