Baca Juga: Menkop Ferry Juliantono Salurkan Truk Impor India ke Koperasi, Pengamat: Strategis bagi Desa
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menambahkan bahwa era koperasi saat ini harus keluar dari pakem konvensional simpan pinjam. Ia mendorong koperasi di NTT untuk mulai merambah sektor hilirisasi dan distribusi.
“Jadi, kita sekarang hidup pada era harus saling topang, saling dukung. Artinya, kita jangan hanya sekadar produksi saja. Tapi sampai pada urusan hilirisasi, distribusi, pemasaran, dan bahkan sampai industri. Kita bisa main semua di situ,” ucap Emanuel.
Produk Lokal NTT Jadi Andalan
Ketua KKMP Manulai II, Roby Dami, mengungkapkan bahwa pihak koperasi telah mulai memproduksi dan memasarkan produk asli daerah.
Saat ini, gerai koperasi telah menyediakan beras dan berbagai bahan pokok yang bersumber langsung dari petani dan produsen di NTT.
Baca Juga: LPS Koperasi Mendesak Dibentuk, Kemenkop UKM: Lindungi Hak-Hak Anggota
“Seperti yang kita lihat semua di sini bahwa telah ada gerai sembako. Ini hasil kerja sama dengan berbagai pihak. Ini adalah produk asli NTT sesuai arahan dari Bapak Gubernur dan Wagub NTT. Selanjutnya ada beras juga yang asli dari NTT,” ungkap Roby.
Sinergi antara Kemenkop dan Pemerintah Provinsi NTT ini diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi inklusif yang mampu memutus rantai kemiskinan melalui penguatan produk lokal dan akses pembiayaan yang berkelanjutan di wilayah Indonesia Timur. (*)






