Belum lama ini, Indonesia sukses memboyong penghargaan bergengsi “The New Destination Champion Award 2026” dari La Liste di Paris, Prancis.
“Prestasi ini juga diperkuat dengan masuknya restoran lokal seperti August di Jakarta dan Locavore NXT di Bali ke dalam daftar 50 Restoran Terbaik Asia tahun ini,” tambah Menpar Widiyanti dengan bangga.
Sektor pariwisata terbukti menjadi motor penggerak utama ekonomi nasional. Sepanjang tahun 2025, Indonesia berhasil menjaring 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dengan torehan devisa mencapai 18,27 miliar dolar AS—sebuah rekor tertinggi dalam sejarah panggung pariwisata tanah air.
Sektor ini juga menjadi tumpuan hidup bagi 25,9 juta tenaga kerja serta jutaan pelaku UMKM kreatif.
Pulau Dewata sendiri masih memegang takhta sebagai magnet utama. Dengan mencatatkan 6,95 juta kunjungan turis asing pada tahun lalu, Bali menyumbang hampir 45 persen dari total capaian nasional.
Baca Juga: Menpar Widiyanti Tinjau Raja Ampat, Pastikan Kesiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark
“Angka-angka ini menunjukkan bahwa Bali tetap kuat, dipercaya, dan terus menjadi magnet utama pariwisata Indonesia,” tuturnya.
Sinergi Bisnis dan Promosi Lewat Jalur Travex
Dukungan terhadap masa depan pariwisata nasional juga mengalir langsung dari meja Istana. Melalui tayangan video, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menaruh harapan besar agar BBTF 2026 bisa menjadi wadah peleburan kolaborasi antar-pelaku industri dunia.
“Kami meyakini hal tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat dari seluruh stakeholder, termasuk Bapak dan Ibu yang hadir di sini,” kata Wapres Gibran.




