URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi memperkuat sinergi kebijakan lintas sektor untuk mendongkrak performa industri manufaktur nasional.
Langkah ini diambil guna mengatasi kendala teknis di lapangan sekaligus merumuskan stimulus strategis bagi pelaku usaha.
Dalam pertemuan di Jakarta, Selasa (5/5), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membahas pembentukan tim debottlenecking untuk mengurai hambatan industri.
Urai Hambatan Lewat Tim Khusus
Menperin menegaskan bahwa koordinasi erat antara kedua kementerian adalah kunci untuk melahirkan kebijakan yang tepat sasaran.
Baca Juga: PMI Manufaktur April 2026 Turun, Kemenperin Siapkan Insentif Cegah Gelombang PHK Industri
Fokus utama adalah memberikan jalan keluar bagi permasalahan yang selama ini menghambat ekspansi pelaku usaha.
“Kita bedah berbagai macam kendala yang mungkin dihadapi di lapangan oleh pelaku usaha industri, kemudian kita carikan jalan keluarnya. Kami juga memberikan apresiasi sejak awal bahwa Menteri Keuangan sudah membuka dan mengkanalisasi berbagai permasalahan yang dihadapi pelaku usaha, termasuk melalui pembentukan tim debottlenecking,” ujar Agus Gumiwang.
Dorong Ekspor dan Proteksi Pasar Domestik
Sektor manufaktur tercatat menyumbang 75% hingga 80% terhadap total ekspor nasional. Namun, pemerintah menyadari adanya perbedaan struktur industri Indonesia dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam atau Thailand, di mana 80% output manufaktur Indonesia justru diserap oleh pasar lokal.




